Jadi, setelah food prep dan post status sebelumnya, ku jadi mikir. Kenapa makin sulit memisahkan biologi dari kehidupan. Ngeliat pohon, hewan, atau ditanya masalah badan, pasti langsung berusaha mikir. Apakah karena ku udah sangat terpaut dengan biologi? Apakah muka ku makin mirip buku campbell? 😚 Biologi adalah bagian hidup ku. No one can deny. Tapi sering ngerasa "Kayaknya ga harus dipikir secara ilmiah semua deh. Coba mikir kaya orang awam. Just accept the way it is ." Pas food prep tadi, begitu ngebalik si jamur ku langsung iden mana gills, annulus, cap , dan nama ilmiahnya. Padahal, bisa aja milih untuk stop di "Oh ini jamur champignon, dibikin cream soup enak sih." Karena ku udah terlalu " in to it " sama biologi, pikirannya jadi jauh tentang "kebiologian" sebuah benda/fenomena. ..... Ku pernah merasa sudah tau cukup banyak tentang seseorang. Ngeliat cara dia bicara, pemilihan kata2nya, bahkan dari cara senyum, udah kebayang suasana h...
Kalau disuruh menggambarkan tahun 2017 secara keseluruhan, i will say... a roller coaster . Tahun 2017 ini benar-benar sebuah tempaan hidup buat gue pribadi. Banyak banget peristiwa yang buat nangis-ketawa-kecewa-bangga bisa secepat kilat berganti. Tapi Alhamdulillah, entah Allah punya maksud apa, semua peristiwa ini membuat gue berpikir lebih dalam. Biasanya, kalau udah ngalamin sesuatu yang gak enak, akan berusaha melupakan. Tapi nggak di tahun ini, seolah Allah sedang "berbicara" dengan gue melalui kejadian-kejadian yang dialami. Gue ngerasa Allah banyak menegur di tahun ini. Salah satunya tentang sikap mudah memperhatikan/memberi perhatian ke orang lain. Iya, salah satu kelemahan terbesar gue. Terlahir sebagai seorang ambievert membuat gue mudah memperhatikan orang, even sampai ke hal detail seperti bau parfum, level kepedasan makanan yang disuka, atau nomor plat/ciri khas kendaraan. Gak jarang orang lain bisa suprise "Kok lu inget sih, gue aja lupa.....
Assalamu'alaykum, readers . Apa kabar? Sehaaaaat? Hati sehaaaat? (kemudian dijumroh) Hehe.. ^^ In syaa Allah semua sehat yaa :) Pernah dengar istilah bahasa cinta? Ya, singkatnya ini adalah "keadaan" yang bisa membuat kita merasa sangaaaat dicintai oleh orang lain. Gak harus pacar kok ^w^, orang tua ke anak, ke sahabat, adik ke kakak,atau suami ke istri. Ternyata, masing-masing orang punya bahasa cinta yang berbeda loh. Contoh sederhana nya begini, pernah gak kita dikasih kado oleh orang lain tapi perasaan kita sebenarnya bilang "aku gak butuh kado, waktu curhat aja cukup kok..." , atau sebaliknya? Menurut buku "The Five Love Languages" karya Gary D. Chapman dijelaskan bahwa ada lima bahasa cinta yang dimiliki oleh manusia, di antaranya adalah kata-kata penguatan ( words of affirmation ), sentuhan fisik ( physical touch ), penerimaan hadiah ( receiving gifts ), waktu yang berkualitas ( quality time ), dan pelayanan ( acts of service ). ...
Comments
Post a Comment